Kesehatan

Penyebab Bayi Muntah

Penyebab Bayi Muntah 12/04/2018Leave a comment

Pada dasarnya muntah pada bayi itu normal sekali. Akan tetapi jangan salah kita tetap harus mengamati kondisi ini pada bayi. Banyak sekali hal yang bisa menjadi penyebab muntahnya bayi. Di masa awal pertumbuhan mungkin akan terlalu sering kita mendapati bayi kita muntah-muntah. Muntah ini biasanya disebabkan oleh penyakit,atau juga hal lainnya. Muntah pada bayi pun ada yang bisa di sembuhkan tanpa mendapatkan perawatan.

Tentunya menjadi orang tua tidaklah mudah saat mendapati bayinya mengalami muntah-muntah. Rasa sedih,bimbang dan panik tentunya dirasakan oleh orang tua yang mendapati bayi nya muntah karena takut sibayi mengalami hal yang parah. Hal ini cukup akan membuat sang orang tua bingung mengambil tindakan apa yang sesuai untuk dilakukan dalam menghadapi hal tersebut.

Alangkah lebih baik sebagai orang tua kita mengamati terlebih dahulu tentang macam-macam penyebab bayi muntah agar supaya orang tua tau tindakan yang harus di ambil untuk menangani hal tersebut.

Disini saya akan sedikit berbagi info mengenai Penyebab Bayi Muntah. Lanjut baca ya.

Bayi Muntah Apakah Karena Penyakit atau Gumoh

Muntah adalah mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh melalui mulut. Muntah biasanya terjadi saat diafragma dada dan otot perut berkontraksi kuat akan tetapi perut rileks.

Gumoh adalah reaksi yang wajar dan alami. Biasanya bayi yang gumoh terjadi pada saat atau setelah bayi menyusu, kenapa? Karena pada saat bayi menyusu biasanya udara ikut masuk kedalam tubuh, dan saat udara tersebut ingin keluar maka Asi yang sudah di konsumsi biasanya ikut keluar dari mulut bersamaan dengan udara. Gumoh ini juga tidak berbahaya bagi bayi. Hal ini jg tidak mengganggu kenaikan berat badan yang normal. Bisa dibilang gumoh ini normal dan biasa terjadi.

Muntah pada bayi biasanya menunjukan adanya gangguan yang terjadi pada pencernaan si bayi. Frekuensi muntah,biasanya hanya terjadi sesekali pada bulan pertama. Apabila muntah terlalu sering terjadi dengan volume sering dan terlalu kuat,itu berarti bayi butuh penanganan dokter lebih lanjut,karena dikhawatirkan muntah ini disebabkan oleh adanya gangguan pada perut bayi.

Muntah pada bayi yang berkepanjangan biasanya di sebabkan oleh:

1.Refluc Asam Lambung

Adalah suatu kondisi yang terjadi saat otot perut yang terlalu rileks,hingga menyebabkan isi yang ada di dalam perut (Asi/Makanan) menjadi naik kembali,makan timbulah yang namanya gumoh yang buruk bagi bayi. Hal ini biasanya juga disebut GERD. Untuk mengendalikannya biasanya kita dapat melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Hindari memberikan makanan pada bayi pada porsi kecil namun sering,atau memberi makan bayi dengan porsi besar sekaligus.
  • Buat agar supaya bayi sering bersendawa (bagus setelah minum susu)
  • Setelah memberi makan pada bayi,kondisikan bayi dalam posisi tegap aman,tenang dan rilexs
  • Mengentalkan susu dengan sereal (ikuti petunjuk dari dokter)

2.  Infeksi

Infeksi perut dan usus biasanya terjadi setelah muntah bayi yang terjadi pada bulan awal. Infeksi ini terjadi karena disebabkan oleh virus. Muntah yang terjadi karena infeksi ini biasanya disertai dengan keluhan lain,seperti mual,demam maupun diare. Dan biasanya infeksi yang terjadi ini bisa menular pada lingkungan sekitar,apalagi anak-anak kecil.

Penyebab dari terjadinya muntah pada bayi hingga menimbulan demam an diare pada bayi biasanya dinamakan rotavirus. Virus ini sangat lah menular. Rotavirus in biasanya juga menjadi penyebab gastroenteritis. Infeksi lain yang terjadi biasanya adalah gastrointestinal. Ini juga menyebabkan muntah. Infeksi ini biasanya termasuk infeksi pada saluran pernafasan,meningitis,usus buntu,infeksi saluran kemih otitis media.

Kondisi seperti di atas biasanya membutuhkan perawatan medis atau paling tidak mempersiapkan diri atas gejala yg bisa saja terjadi selanjutnya seperti,

  • muntah kuat yang berulang kali
  • sakit perut yang amat sangat
  • ada lendir hijau yang keluar bersama muntahan
  • kejang
  • lemas lesu cepat marah
  • muntah berlanjut selama 24jam
  • mucul dehidrasi
  • tidak dapat mengkonsumsi banyak cairan

3. Hypertropic pyloric Stenosis

Adalah penebalan otot pada ujung perut. Ini biasanya terjadi pada bayi usia 2 minggu hingga 4 bulan yang mengalami muntah berkepanjangan. Situasi yang demikian membuat terhambatnya makanan untuk masuk ke usus hingga sang bayi membutuhkan tindakan medis. Yang sangat penting di perhatikan adalah jika muntah ini terjadi selama 15-30 menit setelah selesai makan. Hubungi dokter segera untuk memeriksakan kondisi bayi.

Berikut di atas adalah penyebab bayi muntah. Silahkan konsultasikan pada dokter anak supaya mendapat informasi lebih agar para orang tau tindakan apa yang harus dlakukan untuk menghadapi masalah ini.

Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi

Batita biasanya rentan mengalami cegukan. Ini disebabkan oleh otot-otot diafragma yang mengencang tiba-tiba. Hingga menutupi pita suara dan menimbulkan cegukan. Kondisi ini pada umumnya adalah wajar dan normal. Orang tua tak perlu khawatir jika bayi mengalami cegukan,karena ini tidak berbahaya.

Jika orang tua merasa itu sangat mengganggu kenyamanan atas si bayi,maka ini yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan:

  • Menepuk punggung bayi ( Caranya:gendong bayi dengan posisi seperti berdiri menghadap kebelakang,letakkan kepalanya di pundak lalu tepuk perlahan bagian punggung hingga bayi bersendawa),
  • Memeluk bayi (Dengan memeluk bayi yang sedang cegukan biasanya mampu memberikan efek ketengan pada si bayi.Dan dalam beberapa menit saja bayi akan kembali normal dan tidak cegukan lagi).
  • Merubah posisi menyusui (Cegukan biasa terjadi saat bayi sedang di susui,saat menyusui biasanya udara ikut masuk hingga menyebabkan cegukan.Rubah posisi menyusui hingga udara tidak dapat ikut masuk saat bayi menyusui),
  • Pastikan posisi menyusui sudah benar (Memastikan posisi menyusui dengan benar akan mengindari atau menghilangkan cegukan pada si bayi.Posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuhnya,dan posisi perut bayi menempel pada perut ibu,maka cegukan akan dengan mudah di hindari).
  • Memberi makan sedikit demi sedikit (Bagi bayi yang sudah mengkonsumsi makanan pendamping Asi,baiknya suapi makanan pada bayi sedikit demi sedikit secara perlahan.supaya bayi mudah menelan.Apabila dengan makan bayi mengalami muntah,segeralah periksa kedokter untuk mengetahui apabila mungkin sang bayi mengalami masalah pada perut).

Menurut ahli kesehatan/medis menyebutkan bahwa cegukan pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya saat bayi tertidur. Dengan makin bertambahnya usia bayi secara otomatis juga akan menghilangkan cegukan yang biasa terjadi karena semakin meningkatnya system keseimbangan pada tubuh. Akan tetapi jika cegukan masih saja terjadi dan sangat mengganggu kenyamanan pada bayi/anak tersebut,para orang tua dapat melakukan cara atau tips tentang tindakan yang dapat di lakukan untuk menghilangkan cegukan seperti yang telah saya jelaskan di atas. Semoga informasi ini cukup membantu para orang tua untuk menghadapi masalah cegukan pada bayi/anak mereka. Baca lebih lanjut informasi tentang kesehatan anak dan pertumbuhan anak agar para orang tua lebih banyak mempunyai bekal informasi yang bisa dilakukan untuk menghadapi masalah pada anak jika terjadi sesuatu.

Demikian artikel saya kali ini,semoga cukup menambah ilmu pengetahuan tentang bayi dan anak. Semoga informasi ini juga cukup bermanfaat bagi para orang tua semuanya ya. Salam sehat selalu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *